“Harapan kami gambaran dari data sensus ini bisa kita gunakan saat kita menyusun perencanaan pembangunan mulai 2027 dan seterusnya. Kita harus dukung penuh karena Kebijakan tanpa data tentu sulit dijalankan dan bahkan mungkin bisa merugikan APBD,” jelas Afni.
Oleh karena itu, Afni menegaskan akan terus berkolaborasi dengan BPS, Khususnya BPS Siak agar dalam pengambilan kebijakan benar benar terjaga serta mendorong seluruh jajaran OPD untuk bersikap transparan dan akuntabel, menyerahkan data ke BPS Siak agar bisa dipertanggungjawabkan.
“Sekarang tugas kita bagaimana industri manufaktur itu bisa mendorong pertumbuhan ekonomi berkualitas. Saya minta seluruh jajaran OPD harus transparan dan akuntabel tidak boleh tertutup,” kata dia
“Silahkan berikan datanya ke BPS karena dengan begitu hasil data kabupaten Siak bisa berkualitas, bermakna dan berdampak nyata bagi pembangunan serta menjaga integritas dan kredibilitas ekosistem statistik nasional,” sambungnya.
Dalam kesempatan yang sama, BPS memberikan penghargaan kepada Dinas, Kampung, dan Sekolah yang berkontribusi aktif dalam pengelolaan data statistik. Di antaranya, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Siak diapresiasi atas kolaborasi dan sinergi dalam pembangunan statistik sektoral, serta penghargaan diberikan kepada Agen Statistik serta Mitra BPS kabupaten Siak Terbaik dalam pengumpulan data Statistik.
Parlindungan Tambunan












