Sementara itu, dalam arahannya Bupati Simalungun, Dr H Anton Ahmad Saragih secara khusus membedah makna Surah Al-Hujurat Ayat 12. Di hadapan jamaah, Bupati menekankan pentingnya menjaga lisan dan hati dari prasangka buruk (suuzan).
Menurut Bupati, Ramadhan adalah momentum untuk membersihkan diri. Sebagaimana perintah Allah dalam Al-Hujurat, jauhilah prasangka karena sebagian prasangka itu dosa. “Mari kita bangun Simalungun dengan rasa saling percaya dan persaudaraan yang kokoh,”ujanya.
Terkait dengan adanya permohonan dari setiap daerah tentang perbaikan jalan yang ada di Kabupaten Simalungun, Bupati menegaskan, akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk membangun Kabupaten Simalungun terkhusus bidang infrastruktur agar menjadi lebih baik ke depannya.
“Memohon do’a dan dukungannya, masyarakat, alim ulama agar kita tetap bersinergi dan bergandengan tangan demi terlaksananya pembangunan di Kabupaten Simalungun,”ucap Bupati.
Kunjungan silaturahmi Bupati Simalungun bersama Tim Safari Ramadhan di Masjid Al-Kautsar diisi dengan tausyah yang disampaikan oleh Al -Ustadz H.Ikhwanuddin yang mengingatkan jamaah dengan tegas namun penuh dengan kelembutan tentang hakikat waktu.
“Jadikanlah setiap sujud dan puasa kita tahun ini seolah-olah ini adalah Ramadhan terakhir dalam hidup kita. Dengan begitu, kita akan beribadah dengan totalitas tanpa sisa,”ujar Ikhwanuddin.
Antusiasme luar biasa ditunjukkan oleh ratusan jamaah tetap bertahan hingga akhir acara, menciptakan hubungan kekeluargaan yang erat antara pemimpin dan rakyatnya di bawah naungan semangat Ramadhan.
Laporan anton garingging












