Simalungun – Dewanusantaranews.com – Ironi dunia pendidikan terjadi di Kecamatan Panombeian Panei, Kabupaten Simalungun. SMP Negeri 1 Panombeian Panei yang hanya memiliki 75 siswa, justru mendapatkan kucuran anggaran fantastis hingga Rp 2,1 miliar untuk Revitalisasi (Revit) Rp 1,8 Miliar dan pembangunan Ruang Laboratorium Rp 300 Juta.
Mirisnya, ada lagi pengerjaan proyek tersebut diduga dikerjakan tanpa papan informasi proyek.
Alokasi anggaran pendidikan di Kabupaten Simalungun kembali menjadi sorotan tajam. SMP Negeri 1 Panombeian Panei yang berlokasi di Jl. Pendidikan No.2, Marjandi, dengan jumlah siswa hanya 75 orang, mendapatkan dua paket pekerjaan besar pada Tahun Anggaran 2025/2026.Juga ada satu pengerjaan tanpa papan plank berjumlah enam ruangan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, paket tersebut meliputi:
1. Revitalisasi SMPN 1 Panombeian Panei dengan pagu Rp 1,8 Miliar
2. Pembangunan Ruang Laboratorium senilai Rp 300 Juta
Total pagu yang digelontorkan mencapai Rp 2,1 Miliar.
Jika dirata-ratakan, satu siswa di sekolah tersebut menelan anggaran pembangunan hingga Rp 28 Juta per siswa. Angka yang dinilai sangat tidak rasional dan tidak tepat sasaran.
Kejanggalan semakin mencolok, di lokasi pengerjaan tidak ditemukan papan plang proyek. Tidak ada informasi mengenai sumber dana (DAK/APBD), nilai kontrak, pelaksana kontraktor, maupun durasi pengerjaan.












