“Saya lebih percaya dengan Bapak Ibu petani, karena Bapak Ibu yang berada di lapangan. Kita harus sering berdialog langsung agar mengetahui permasalahan yang bapak atau ibu rasakan,” kata dia
Kepala Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Sudiro Pambudi, mengatakan bahwa program digital farming bukan sekadar soal teknologi, tetapi strategi untuk memperkuat ketahanan pangan lokal dan menekan ketergantungan Riau terhadap pasokan dari luar daerah.
Sementara itu, Ketua Gapoktan Mulia Tani, Yanto, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan panen padi di lahan digital farming tersebut.
“Alhamdulillah, ini puncak dari perjuangan panjang kami mulai dari mengolah tanah, menanam, merawat, hingga menghadapi tantangan cuaca dan hama. Dengan bantuan teknologi, kami bisa mengatur pola tanam, irigasi, dan pupuk lebih tepat, sehingga hasil panen lebih maksimal dan biaya produksi lebih hemat.” Ucapnya.
Ia menambahkan, “Kolaborasi antara petani, Bank Indonesia, dan pemerintah daerah sangat penting. Semoga inovasi ini bisa terus berlanjut dan meningkatkan produktivitas pada musim tanam berikutnya.” tutupnya.
Parlindungan Tambunan












