Adapun kebutuhan lahan bagi PT SKY seluas tujuh hektare untuk pengembangan. Saat ini, lahan yang sudah tersedia setengah hektare dan digunakan untuk penumpukan cangkang kelapa sawit, yang dipilih karena kualitas terbaik yaitu dari Riau. Pemerintah daerah menyiapkan lahan ini sebagai bentuk kolaborasi dengan investor.
“Insya Allah KITB mulai berdenyut luar biasa, kami ingin investasi ini memberikan efek pada ekonomi daerah dan masyarakat, termasuk Pelabuhan Tanjung Buton. Kami mau BUMD berada di depan. Investor memberi support investasi, dan kami menyediakan lahannya, inilah, kolaborasi kami,” kata Afni.
Presiden Direktur PT SKY, Yoshiyuki Kawamura, menegaskan bahwa MoU ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama dan memastikan keberlanjutan investasi.
“Hari ini menjadi langkah penting bagi kami. Setelah empat tahun berjalan, kami melihat Pelabuhan Tanjung Buton memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih jauh, ” kata CEO asal Jepang tersebut.
Ia menyebutkan, Ini bukan hanya soal pelabuhan, tapi membangun ekosistem industri yang terintegrasi dari hulu ke hilir, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan nilai tambah komoditas yang selama ini diekspor mentah.
“Semoga kerja sama ini semakin kuat dengan kolaborasi bersama pemerintah daerah,” tutup Kawamura.
Parlindungan Tambunan












