Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Jakarta Dewa Nusantara News

Dugaan Pungli Rekrutmen dan Pendidikan di Institusi Kepolisian Disorot, Larshen Yunus Mendesak Reformasi Total dan Penindakan Tegas

×

Dugaan Pungli Rekrutmen dan Pendidikan di Institusi Kepolisian Disorot, Larshen Yunus Mendesak Reformasi Total dan Penindakan Tegas

Sebarkan artikel ini

Mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Riau Lulusan Kampus UNRI dan UGM Yogyakarta itu, selalu Mendesak Presiden dan Tim Reformasi POLRI, agar segera Bertindak Tegas.

Dalam Siaran Persnya, Larshen Yunus juga mendesak bapak Prabowo Subianto melalui Tim Reformasi POLRI, agar segera melakukan investigasi Secara Menyeluruh terhadap berbagai dugaan Praktik Pungli yang berkembang di tengah-tengah masyarakat.

Relawan Garis Keras Prabowo Gibran itu, berkali-kali meminta, agar investigasi dilakukan secara independen, transparan dan terbuka, tanpa melindungi oknum-oknum tertentu.

“Kami meminta Presiden Republik Indonesia bersama Tim Reformasi POLRI, untuk benar-benar serius membersihkan institusi tersebut. Jangan sampai Praktik Haram Mafia Rekruitmen dan Mafia Pendidikan Anggota Polri terus-terusan hidup dan menghancurkan masa depan generasi muda bangsa indonesia” tutur Ketua Umum DPP Gabungan Rakyat Prabowo Gibran itu.

Baca Juga  10 Tahun Kepemimpinan Jokowi, Lima Polda Terbentuk

Terakhir, Aktivis HAM itu kembali mengingatkan, agar para Pimpinan Tinggi Polri segera Berbenah!!! Jangan lagi masuk kedalam Lubang yang sama, yang selalu Menyusahkan Masyarakat. Apabila Praktik tersebut dibiarkan, maka akan melahirkan Anggota-Anggota Polri bermental “Sambo”
APH dan atau Polisi, selaku Aparat yang sejak awal masuk institusi sudah terbiasa dengan Budaya Transaksional.

Akibatnya, kata Ketua Larshen Yunus lagi, Pelayanan terhadap Masyarakat akan sulit berjalan dengan Profesional, karena Mental Koruptif sudah terbentuk sejak Proses Awal.

Masyarakat Dihimbau Berani Melaporkan kasus-kasus seperti itu, bila perlu Kakanda Ketua Larshen Yunus dan Paramitra siap sedia Membiayai segala bentuk Proses Perjuangan tersebut.

“Kami Himbau, agar Masyarakat tidak takut Melaporkan, apabila Menemukan indikasi Pungutan Liar, Praktik Percaloan atau Penyalahgunaan Jabatan dalam Proses Rekruitmen maupun Pendidikan di Lingkungan Kepolisian” pungkas Larshen Yunus.

Baca Juga  Dandim 0210/TU Terima Piagam Penghargaan Kasad Sebagai Prajurit Berprestasi Di Bidang Teritorial TA 2024

Ketum DPP GARAPAN itu meminta seluruh Laporan Masyarakat ditindaklanjuti secara serius dan dijamin perlindungannya.

“Negara tidak boleh kalah dengan kerja-kerja para Mafia dan oknum-oknum yang merusak institusi Kepolisian. Jika ada bukti, Rekaman, Aliran Dana, ataupun Kesaksian Masyarakat, maka harus segera diusut sampai tuntas,” kata Larshen Yunus, seraya menunjukkan beberapa bukti otentik atas Kasus Pungli di Institusi Kepolisian RI.

Reformasi POLRI Harus Nyata! Jangan hanya Omon-Omon doang dan terkesan cuman menghabiskan Anggaran Negara saja.

Diakhir Pernyataannya, Ketua Larshen Yunus menegaskan bahwa Reformasi institusi Kepolisian tidak cukup hanya melalui slogan “PRESISI” ataupun Jargon Pelayanan Publik semata.

Menurutnya, Reformasi POLRI harus dibuktikan melalui Keberanian dalam Membersihkan oknum Pelaku Pungli, Mafia Jabatan dan Mafia Rekruitmen yang selama ini masih membayangi institusi tersebut.

Baca Juga  Menko Polkam Peringatkan Konsekuensi Hukum Bagi Penista Bendera Nasional

“Kami percaya! bahwa masih banyak Anggota POLRI yang Jujur, Baik dan Bekerja dengan Tulus untuk rakyat, meskipun memang kenyataan Persentasenya lebih sedikit yang positif ketimbang negatif. Justru karena itu, oknum-oknum yang merusak nama baik institusi harus segera disingkirkan dan diproses Hukum yang seberat-beratnya,” tutup Larshen Yunus, seraya mengakhiri pernyataan persnya di Kawasan Gedung Nusantara II MPR RI, Jakarta Pusat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *