Langkah Gubernur Ria Norsan untuk tetap mempertahankan guru honorer meski ada regulasi yang membatasi merupakan keputusan berani dan patut diacungi jempol. Demi keberlanjutan pendidikan di Kalbar, gubernur mengambil kebijakan diskresi agar tidak terjadi krisis tenaga pengajar.
Namun, permasalahan berikutnya yang harus segera diselesaikan adalah soal honor para guru honorer. Dengan aturan penggunaan dana BOS yang sudah ditentukan, pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan perlu mencari solusi lain untuk memastikan kesejahteraan para guru honorer tetap terjaga. Salah satu langkah yang dapat diambil adalah melibatkan dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) mereka.
Keputusan Gubernur Ria Norsan ini menjadi bukti bahwa pendidikan di Kalbar masih menjadi prioritas utama. Kini, tinggal bagaimana pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya bersinergi untuk memastikan kelangsungan pendidikan tanpa mengorbankan nasib guru honorer
Sumber : Dr Herman Hofi Munawar












