Puncak acara pada malam penutupan semakin memukau dengan tema “Ulos Simetria” yang ditutup secara megah melalui koleksi kolaborasi desainer senior Poppy Dharsono dan Torang Sitorus. Karya-karya tersebut menyajikan interpretasi modern terhadap ulos, menegaskan bahwa warisan budaya tetap hidup, relevan, dan terus menjadi inspirasi perkembangan dunia mode masa kini.
Ketua Dekranasda Kabupaten Simalungun, Ny. Hj. Darmawati Anton Achmad Saragih, menyampaikan bahwa keikutsertaan Simalungun dalam ajang ini merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan wastra khas daerah kepada pasar yang lebih luas.
“Melalui ajang ini, kami ingin menunjukkan bahwa corak khas Simalungun memiliki nilai budaya, keindahan estetika, serta potensi ekonomi yang sangat besar. Dekranasda akan terus mendorong kolaborasi erat antara desainer, pengrajin, dan pelaku UMKM agar wastra Simalungun semakin dikenal luas serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya penuh semangat.
Sementara itu, Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, menyampaikan pandangan bahwa promosi budaya melalui jalur industri fesyen merupakan cara yang sangat efektif untuk memperkenalkan identitas daerah sekaligus menggerakkan roda ekonomi kreatif.
“Warisan budaya bukan sekadar untuk dilestarikan dan disimpan, melainkan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Kehadiran Simalungun di BTN Indonesia Fashion Week menjadi bukti nyata bahwa budaya lokal dapat tampil modern, berdaya saing, dan menjadi kebanggaan kita semua,” tegas Bupati.
Diharapkan melalui partisipasi ini, wastra khas Simalungun semakin kokoh dikenal sebagai bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya Sumatera Utara. Lebih dari itu, momentum ini juga membuka peluang kerja sama yang semakin luas bagi para pengrajin, pelaku UMKM, dan desainer untuk terus mengembangkan industri kreatif yang berakar pada kearifan lokal, menuju masa depan yang semakin maju dan berkelanjutan.
Laporan AG












