“Jembatan ini bukan sekadar penghubung fisik, tetapi akses kelangsungan hidup masyarakat. Ini membuka jalur ekonomi, mempermudah anak-anak menuju sekolah, dan mempercepat pelayanan sosial. Pembangunan ini harus dilaksanakan dengan kolaborasi TNI, Polri, dan pemerintah daerah,” tegas Brigjen Hengki.
Usai kegiatan seremonial dan makan bersama, sekitar pukul 12.10 WIB rombongan bergerak menuju lokasi pembangunan jembatan gantung sepanjang 83 meter yang menghubungkan Desa Muara Petai dan Desa Muara Tiu Makmur.
Wakapolda Riau melakukan pengecekan langsung progres pembangunan sebelum bertolak menuju Kabupaten Pelalawan pada pukul 12.40 WIB.
Sementara itu, Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa, S.I.K, menegaskan komitmen jajarannya dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Brimob Polda Riau siap mendukung penuh program pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini. Kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi percepatan pembangunan, khususnya di daerah yang aksesnya masih terbatas,” ujar Kombes I Ketut.
Ia menambahkan, pembangunan jembatan tersebut menjadi simbol nyata sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di wilayah Riau, khususnya Kabupaten Kuantan Singingi.
Dengan terbangunnya jembatan ini, diharapkan konektivitas antar desa semakin lancar, roda perekonomian masyarakat meningkat, serta akses pendidikan dan layanan dasar dapat dijangkau dengan lebih mudah oleh warga Pucuk Rantau.
YB.SIHOTANG












