Simalungun – Dewanusantaranews.com – Suasana penuh semangat menyelimuti ruang pertemuan di Hydham Opi Hotel, Palembang, Sumatera Selatan, pada sore hari Sabtu, 25 April 2026. Di tempat itu, Kementerian Menteri Dalam Negeri (Kemendagri) menyelenggarakan Forum Akselerator Negeri yang dihadiri langsung oleh Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih beserta jajaran pimpinan daerahnya.
Kegiatan strategis ini mempertemukan seluruh pemimpin daerah se-Sumatera, dari Gubernur hingga Bupati dan Walikota, yang berkumpul untuk membahas tantangan pembangunan sekaligus merumuskan solusi menuju kemajuan bersama.
Berbagai isu penting menjadi bahasan utama, mulai dari pengendalian inflasi, penurunan angka pengangguran, penanganan kemiskinan dan stunting, hingga pengembangan cara pendanaan pembangunan yang inovatif. Sebagai pembicara utama, hadir Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto yang membagikan pandangan dan arahan kepada seluruh peserta.
Bupati Anton Achmad Saragih didampingi Sekretaris Daerah Mixnon Andreas Simamora, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Simson Sauttua Tambunan, serta Kepala Dinas Ketenagakerjaan Riando Parlindungan Purba. Kehadiran tim ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Simalungun dalam memahami dan menerapkan kebijakan nasional dengan tepat di daerah.
Dalam penyampaiannya, Wamendagri menekankan bahwa keselarasan dan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama mewujudkan visi besar yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto.
Wamendagri juga menguraikan perjalanan kepemimpinan daerah sejak diberlakukannya pemilihan kepala daerah secara langsung pada 2005, yang terbagi dalam beberapa tahapan dengan karakteristik dan tantangan masing-masing.
“Saat ini kita berada di tahap ketiga atau keempat, di mana tantangannya bisa serupa namun juga berbeda dengan masa lalu. Banyak yang berpendapat bahwa memimpin daerah di masa kini bukanlah hal yang mudah,” ujarnya.
Menurutnya, setiap periode pemerintahan pasti memiliki kesulitan tersendiri, bahkan di masa pandemi pun banyak program pembangunan terhambat pelaksanaannya.












