“Tantangan ke depan adalah bagaimana kita mengubah perilaku masyarakat, baik di kawasan permukiman maupun destinasi wisata. Sampah yang tidak tertangani dapat mengganggu keberlanjutan daerah wisata,” tegas Wagubsu.
Selain itu, Wagubsu menjelaskan bahwa gerakan kerja bakti ini sejalan dengan Peraturan Gubernur Sumut tentang pengelolaan sampah berbasis Gerakan Sumut Bersih yang dilaksanakan setiap Jumat, dengan tujuan agar semangat menjaga kebersihan dapat menjadi budaya.
Sementara itu, Bupati Simalungun Dr H Anton Achmad Saragih mengucapkan selamat datang dan apresiasi kepada Wagubsu beserta jajarannya.
Bupati menyampaikan bahwa pencanangan Indonesia ASRI menjadi motivasi bersama untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan, khususnya di kawasan Danau Toba.
“Pencanangan Indonesia ASRI ini merupakan kehormatan sekaligus dorongan bagi kami Pemerintah Kabupaten Simalungun untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian Danau Toba sebagai destinasi wisata nasional dan internasional,” sebut Bupati.
Bupati juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Simalungun siap dan berkomitmen penuh mendukung Gerakan Indonesia ASRI, khususnya di Parapat sebagai destinasi wisata prioritas.
Sebagai bentuk komitmen konkret terhadap pencanangan Indonesia ASRI, Wagubsu bersama Bupati Simalungun dan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Sulaiman Harahap, menyerahkan bantuan peralatan kebersihan berupa tong sampah, sapu lidi, serokan sampah, serta bibit buah kepada masyarakat, TNI/Polri, dan pelajar.
Hadir dalam kegiatan ini antara lain Forkopimda Sumut, Wakil Bupati Asahan Rianto, Sekretaris Daerah Simalungun Mixnon Andreas Simamora, staf ahli, asisten, pimpinan perangkat daerah di tingkat provinsi dan kabupaten, pelajar, masyarakat, serta komunitas pecinta lingkungan.
(AG)












