Menurutnya tema sinode ini dinilai sangat relevan menghadapi ketidakpastian global akibat konflik, krisis iklim, hingga perkembangan teknologi kecerdasan buatan. “Di tengah derasnya perubahan zaman, gereja adalah kompas moral kita. Kita butuh integritas dan karakter kuat, serta mampu menjadikan teknologi sebagai alat pembangunan, bukan tergerus olehnya,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih menyambut baik terselenggaranya sinode ini sebagai momentum memperkuat iman sekaligus kerja sama gereja dan pemerintah.
“Penguasaan diri adalah benteng utama melawan radikalisme, perpecahan, berita bohong, dan penyakit sosial lainnya. Jika kita mampu menguasai diri, damai dan rukun di tanah kita akan tetap terjaga kokoh,” ujarnya.
Bupati berharap GPI terus menjadi mitra setia pemerintah dalam membimbing generasi muda terhindar dari bahaya narkoba dan pergaulan buruk, serta melahirkan kepengurusan yang amanah dan program yang bermanfaat nyata bagi masyarakat luas.
“Semoga forum ini melahirkan keputusan bijaksana demi kesejahteraan jemaat dan seluruh masyarakat. Selamat bersinode, selamat bertanding dalam iman untuk meraih mahkota abadi. Horas ma hita ganupan. Tuhan memberkati kita semua. Syalom,” tutupnya.
Kehadiran AHY bersama Bupati Simalungun menjadi simbol kuatnya sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga keagamaan. Melalui kolaborasi ini diharapkan lahir generasi berintegritas yang mampu mewujudkan pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia yang religius, harmonis, serta bermartabat di Tanoh Habonaron Do Bona.
Laporan AG












