“Sinergi yang kokoh antara ulama, umara, dan umat adalah kunci utama untuk mewujudkan Kabupaten Simalungun yang aman, damai, religius, toleran, dan terus bergerak maju. MUI adalah mitra strategis pemerintah yang tak tergantikan dalam tugas mulia memberikan pencerahan, pembinaan, dan bimbingan kepada seluruh lapisan masyarakat,” tegas Bupati.
Pemerintah Kabupaten Simalungun juga menegaskan kesiapan penuh untuk terus membangun komunikasi, koordinasi, dan kerja sama yang erat dengan MUI serta para ulama, demi menghadirkan pelayanan dan kesejahteraan terbaik bagi warga.
Selain mengucapkan selamat kepada ketua baru, Bupati juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh panitia penyelenggara, peserta, dan seluruh elemen yang telah berpartisipasi menyukseskan Musda VIII ini dengan cara yang baik, beradab, dan demokratis.
“Kami berharap kepengurusan masa bakti 2026–2031 ini senantiasa menjunjung tinggi integritas, solid, dan mampu melahirkan program-program yang tepat sasaran, menyentuh kebutuhan nyata umat, serta membawa kemaslahatan yang luas. Teruslah menjadi benteng persatuan dan kerukunan masyarakat Simalungun,” pungkas Bupati.
Dengan mengusung tema “Peningkatan Peran Majelis Ulama Indonesia sebagai Khadimul Ummah dan Shodiqul Ummah, Mitra Pemerintah dalam Mewujudkan Simalungun Maju”, Musda VIII ini menjadi titik awal baru bagi sinergi yang semakin erat: Ulama, Umara, dan Umat Bersinergi untuk Simalungun Maju.
Laporan AG












