“Target kita harus lebih tinggi. Kita akan usahakan agar Syair Perang Siak melangkah menuju pengakuan dunia sebagai Memory of the World (MoW) dari UNESCO. Potensi Memori Kolektif Bangsa (MKB) dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di Negeri kita ini seluas saujana memandang,” kata Afni.
Bunda Literasi Kabupaten Siak itu, juga meminta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Siak lebih giat mengusulkan warisan dokumenter lainnya. Menurutnya, Siak masih memiliki banyak arsip dan dokumen bersejarah yang layak mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Setelah kegiatan syukuran, sertifikat IKON kemudian diarak menuju Museum Istana Asserayah Al-Hasyimiah untuk disimpan sebagai bagian dari warisan sejarah Kabupaten Siak dan diwariskan kepada generasi mendatang.
“Di sanalah ia akan tersimpan rapi, dibaca oleh generasi masa kini, dan diwariskan kepada anak cucu kita kelak. Mari kita terus melangkah dengan bergandengan tangan, mewujudkan Siak yang harmonis dan melayu yang lestari,” pungkasnya.
Dewa












