“Saya mendapat laporan, menu yang di kasi ke anak-anak PAUD, masak kacang-kecang kue hari raya. Seharusnya kan bisa di olah jadi makan untuk anak-anak,” kata dia.
Kepala Kantor Pelayanan Pangan Gizi (KPPG) Pekanbaru Syartiwidya memberi masukan kepada Bupati supaya UMKM di Siak bekerjasama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) di Siak dan memfasilitasi mereka untuk KUR jaminan pinjaman ke Bank yang dijamin Kadin.
Menurutnya, dengan UMKM di Siak sebanyak 1568 tentunya mereka butuh modal untuk melayani permintaan SPPG yang membutuhkan 2500 kue satu hari misalnya. Saran dia UMKM agar membuat produk-produk menarik seperti bakso ikan atau makanan-makanan khas Siak.
“Disinilah saya minta ibu agar bisa mengarahkan perbankan disini untuk memberikan KUR kepada UMKM untuk menambahkan modal. Karena ini tentu saja butuh modal besar kemudian tenaga kerja, disinilah juga menjawab asta cita terkait pemerataan ekonomi pemberantasan kemiskinan” sebutnya.
Dijelaskan dia, di Kabupaten Siak ada 56 SPPG dengan 50 orang pekerja dalam 1 SPPG yang bekerja di dapur. Untuk tenaga kerja selain di dapur yakni UMKM dan petani pinta mereka buat one product one village, bergerak ekonomi semua.
“Dana MBG memang tliliunan tapi 93 persen itu balik ke masyarakat, artinya apa, duit itu perputaran masuknya langsung ke virtual account daru yayasan. Ada Rp 1 Miliar 1 bulan 1 SPPG, berarti ada Rp 56 Miliar, sampai selesai ada Rp 65 Miliar duit beredar di Siak jangan sampai keluar dari Siak” jelasnya.
Parlindungan Tambunan












