Menurutnya, digitalisasi bukan hanya soal teknologi, tapi bagian dari upaya membangun pelayanan yang lebih profesional dan berpikir bisnis dalam kerangka pelayanan publik.
“Saya juga minta disiapkan laporan evaluasi tiga tahun ke belakang, agar kita tahu perencanaan mana yang belum berjalan. Sampaikan semuanya agar kita bisa berubah bersama-sama,” tambahnya.
Selain itu, Bupati juga meminta dilakukan inventarisasi kebutuhan alat kesehatan, disusun dalam skala prioritas agar meski dengan anggaran terbatas, pembenahan dapat dilakukan secara bertahap dan terarah.
“Kita ingin orang datang ke rumah sakit untuk sembuh, bukan malah tambah sakit. Kita semua yang bekerja di sini adalah pelayan rakyat. Mari jadikan RSUD Tengku Rafian ini rumah sakit kebanggaan masyarakat Siak dengan pelayanan terbaik,” pinta nya.
Afni, minta RSUD Tengku Rafian dapat catat sejarah menjadi rumah sakit yang bisa memberikan pelayanan terbaik diantara yang lain. Sehingga RSUD Tengku Rafian mampu bersaing dengan RSUD yang lain dalam hal fasilitas serta pelayanan yang berbasis digital.
Parlindungan Tambunan












