Ia juga mengingat peristiwa kebakaran besar yang pernah melanda kawasan tersebut dan menyampaikan rasa syukur karena kelenteng tetap berdiri kokoh sebagai simbol keteguhan masyarakat.
“Musibah pernah datang, tetapi kebersamaan kita jauh lebih kuat. Kita bersyukur kelenteng ini tetap berdiri sebagai simbol persatuan masyarakat Siak,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Bupati Afni mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan bersama-sama membangun Kabupaten Siak.
“Mari kita rawat budaya, kita jaga persaudaraan, dan kita bangun Siak dengan semangat kebersamaan. Semoga kebahagiaan, kesehatan, dan keberkahan senantiasa menyertai kita semua,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Perayaan, Joni Chang, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kehadiran Bupati Siak, Kapolres Siak, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, sponsor, donatur, serta seluruh masyarakat yang turut menyemarakkan perayaan tersebut.
“Perayaan ini dapat terselenggara bukan karena kerja satu dua orang, tetapi karena kebersamaan dan gotong royong kita semua. Atas nama panitia dan pengurus kelenteng, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Siak dan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, Cap Go Meh bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarwarga di Kabupaten Siak yang majemuk.
“Budaya Tionghoa merupakan bagian dari mozaik kebudayaan Indonesia, khususnya di Kabupaten Siak yang kita cintai. Kami berharap momentum ini dapat berkontribusi terhadap promosi pariwisata dan pertumbuhan UMKM di daerah,” tambahnya.
Perayaan tahun ini semakin semarak dengan pemasangan sekitar 1.500 lampion yang menghiasi kawasan kelenteng dan menjadi daya tarik masyarakat, termasuk pengunjung dari luar daerah.
Rangkaian kegiatan diisi dengan pertunjukan barongsai, penampilan seni budaya, sajian kuliner khas Cap Go Meh, serta prosesi penyalaan kembang api sebagai simbol puncak perayaan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kebersamaan, mencerminkan kuatnya nilai toleransi, persatuan, dan semangat gotong royong di Negeri Istana.
Parlindungan Tambunan












