“Sudah ada galangan kapal dengan nilai investasi sekitar Rp300 miliar dan dalam waktu dekat akan diresmikan investasi baru senilai Rp1 triliun,” ungkap perempuan pertama menjadi bupati di Siak.
Selain sektor industri, Afni juga menyampaikan perlunya perhatian pemerintah pusat terhadap potensi pariwisata Kabupaten Siak, khususnya revitalisasi Istana Siak yang hingga kini masih terus diperjuangkan.
Menurutnya, selama ini program revitalisasi destinasi wisata nasional lebih banyak difokuskan pada sejumlah daerah seperti Borobudur dan kawasan wisata di Sumatera Utara.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Siak memaparkan berbagai potensi yang dimiliki daerah, mulai dari nilai sejarah, budaya, letak geografis, hingga aksesibilitas yang dinilai layak mendapatkan perhatian pemerintah pusat.
“Kami menjelaskan mengapa pariwisata Siak juga harus mendapat atensi. Siak memiliki sejarah yang kuat, budaya yang kaya, letak geografis yang strategis serta daya tarik wisata yang besar,” kata Afni.
Dalam pertemuan tersebut, Kemenko Perekonomian meminta Pemerintah Kabupaten Siak segera menyiapkan bahan dan proposal pendukung agar dapat dikawal masuk ke dalam skala prioritas pemerintah pusat.
“Kami diminta segera menyiapkan proposal dan bahan pendukung. Insya Allah akan dikawal agar bisa masuk dalam prioritas ke depan,” kata Afni.
Parlindungan Tambunan












