“Sekarang sudah akhir Agustus, sebentar lagi puncak musim hujan. Saya tidak bisa membayangkan jika masalah ini tidak segera ditangani,” sambutan nya.
Bupati juga menginstruksikan UPT-PU Pengairan untuk sementara waktu berkantor selama seminggu di Tualang, memantau kondisi banjir, serta mempersiapkan alat dan upaya penanganan.
“UPT-PU bisa mencoba mencari dana swakelola, Camat dan Lurah diharapkan turut membantu ini. Alat berat nanti harus standby supaya bisa langsung digunakan,” kata dia lagi.
Selain itu, Bupati minta setiap 10 rumah membuat kolam retensi sederhana agar air bisa ditampung sementara sehingga genangan berkurang,” sarannya.
Kunjungan ini menegaskan komitmen Pemkab Siak dalam merespons cepat persoalan banjir di kawasan padat permukiman.
“Kami minta masyarakat menjaga lingkungan tetap bersih dan terlibat dalam gotong-royong dan solusi swakelola demi mengurangi risiko genangan,” tegasnya.
Selain itu, Bupati Siak sempat menemui dan berdialog dengan para pedagang yang berjualan di bahu jalan pasar km 4 ia minta pedagang tertib dan berjualan di dalam.
“Kami minta pedagang tertib, berjualan di dalam pasar dan tidak di bahu jalan. Kalau seperti ini, menganggu pengguna jalan yang melintas,” pungkasnya.
Parlindungan Tambunan












