Yang terjadi hanyalah promosi dan mutasi sebagai bagian dari kebutuhan organisasi.
“Tidak ada urusan personal, tidak ada urusan politik. Kita tegak lurus pada sumpah jabatan yang dibacakan di bawah Al-Qur’an. Jabatan ini adalah amanah, dan akan dimintai pertanggungjawaban, bukan hanya kepada pimpinan, tapi juga kepada Tuhan,” tegasnya.
Bupati perempuan pertama di Kabupaten Siak Itu, juga secara tegas menolak praktik jabatan transaksional.
“Tidak ada setoran atau permintaan dalam bentuk apa pun terkait pengangkatan jabatan. Jika ada oknum yang mengatasnamakan pimpinan, Afni meminta agar segera dilaporkan,” terangnya.
Dalam arahannya, Afni mengingatkan seluruh pejabat yang dilantik agar bekerja dengan penuh dedikasi dan kehati-hatian, serta mengedepankan pelayanan kepada masyarakat. Ia menekankan pentingnya loyalitas ASN kepada rakyat, bukan sekadar kepada pimpinan.
“Jangan bergaya ala pejabat. Berbaurlah dengan rakyat, layani mereka dengan baik tanpa tapi. Dalam kondisi sulit seperti sekarang, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat jauh lebih berarti,” pintanya.
Ia juga menyampaikan bahwa evaluasi kinerja pejabat akan dilakukan secara berkala, terlebih dengan rencana penyesuaian struktur organisasi perangkat daerah (SOTK) pada awal tahun mendatang. Namun demikian, seluruh ASN diminta tetap bekerja maksimal selama masih mengemban jabatan.
Parlindungan Tambunan












