Bupati Afni juga menuturkan bahwa dalam waktu dekat, Siak kembali akan menjadi tuan rumah pergelaran budaya nasional yang digagas oleh Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Budaya Wilayah IV.
“Alhamdulillah, banyak event yang datang tanpa menggunakan dana APBD. Salah satunya kegiatan Julang Budaya Siak mendatang yang akan menghadirkan lomba permainan tradisional, sarasehan budaya, pameran sejarah, susur sejarah, hingga gerai UMKM,” tutupnya penuh syukur.
Ketua Dewan Kesenian Siak Tengku Zulkarnain mengatakan, Kancah Budaya merupakan langkah awal untuk menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat terhadap seni dan tradisi Melayu yang bahkan mulai hilang karena kemajuan teknologi.
“Kancah Budaya ini kami gelar sebagai obat rindu dari kawan-kawan DKS. Namanya ‘kancah’, karena kami ingin kegiatan ini menjadi wadah bagi segala jenis budaya agar masyarakat terus mencintai tradisi kita karena di zaman sekarang teknologi yang maju ini, tradisi kita mulai menghilang,” kata Wak Jul.
Ia berharap semoga kegiatan ini nantinya bisa terus berlanjut sebagai upaya semua pihak untuk melestarikan budaya melayu di negeri Istana.
Dengan semangat melestarikan warisan leluhur, Kancah Budaya menjadi bukti bahwa budaya Melayu tak sekadar dikenang, tetapi terus tumbuh bersama zaman.
Parlindungan Tambunan












