“Kami harap masyarakat Siak bisa bekerja di perusahaan bapak. Kami minta kolaborasi nya. Saat ini mencapai 180 ribu jiwa masyarakat tergolong miskin di Siak, artinya ini punya dampak sosial. Saya khawatir jumlah penduduk bertambah, sementara penduduk lokal tetap menganggur, pasti nanti akan chaos,” tegasnya.
Dalam dialog tersebut, terungkap bahwa tantangan utama bukan kemauan perusahaan menerima tenaga kerja lokal, tetapi kesiapan dan kesesuaian kompetensi tenaga kerja itu sendiri.
Untuk itu, Pemkab Siak berencana memfasilitasi job fair yang mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja, sekaligus memetakan kebutuhan ril industri.
Bupati juga menekankan, seluruh proses rekrutmen ke depan harus berjalan transparan, melalui koordinasi dengan pemerintah kampung dan perangkat daerah terkait, agar tenaga kerja lokal benar-benar terserap.
Perwakilan Manajemen PT Sri Indrapura Sawit Lestari (SISL) M. Vaiz Rahman, menyatakan dukungan untuk menempatkan tenaga kerja lokal melalui rekrutmen berbasis desa dan penggantian karyawan yang berhenti dengan pekerja lokal yang memenuhi kualifikasi.
“Untuk tenaga kerja ini sudah ada bobotnya, jadi biasanya kami menunggu ada yang resign dulu baru digantikan. Nanti kami umumkan kerja sama dengan kepala desa atau kepala kampung,” ringkasnya.
Parlindungan Tambunan












