Simalungun – Dewanusantaranews.com – Praktik kutipan terhadap siswa yang tidak mampu jalur (afirmasi) terjadi di sekolah SMA 3 jalan pane kec Diantar timur kota P.Siantar , atas tragedi yang terjadi membuat keresahan dan mencoreng dunia pendidikan pendidikan khususnya kota p.siantar.
Disaat pihak media melakukan investigasi perihal yang terjadi disekolah ini.
Rabu (8/04/2026) sekira pukul 11.30 WIB.
Kepala sekolah SMa 3 jalan pane kec siantar timur Kec tidak pernah ditemui diruang kantor nya sehingga menimbulkan kecurigaan mendalam atas kinerja Roulina Harianja sebagai pemimpin dan mengelola satuan pendidikan yang bertugas meliputi perencanaan mengelola dan mengevaluasi seluruh kegiatan sekolah mencakup manajemen kurikulum kesiswaan serta kepegawaian (guru/staf ) keuangan.
Sesuai informasi yang dihimpun ada jumlah siswa yang terdiri dari kelas 11,12,dan 23 dalam kategori jalur afirmasi (siswa tak mampu) tetapi pihak sekolah diduga melakukan kutipan .












