“Kita perlu mengundang orang Jakarta (pemerintah pusat) ke Sungai Mandau agar mereka tahu penderitaan rakyat di sini. Saya tahu bapak dan ibu mungkin kecewa dan kesal melihat lambatnya pembangunan jalan. Namun saya tidak ke mana-mana, saya tidak lari dari tanggung jawab. Semampu dan sedaya upaya saya, saya akan tetap hadir langsung bersama masyarakat,” tegas Bupati disambut tepuk tangan warga.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Razi Ramadhan, melaporkan bahwa kompetisi dayung bergengsi ini diikuti oleh total 19 tim, yang terdiri dari 12 tim putra dan 7 tim putri. Sesuai regulasi, masing-masing tim berkekuatan 8 orang kru inti (6 pendayung, 1 drummer/penabuh drum, dan 1 jurumudi) ditambah 2 orang pemain cadangan.
Peserta didominasi oleh perwakilan dari 4 kecamatan se-Kabupaten Siak, yaitu Kecamatan Siak, Mempura, Tualang, dan Koto Gasib, serta diperkuat dengan kehadiran 1 tim undangan khusus dari Kabupaten Bengkalis.
Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh Ketua Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Siak terpilih periode 2026–2030, Muslan, Kapolsek Sungai Mandau, serta jajaran tokoh pemuda dan tokoh masyarakat Kecamatan Sungai Mandau.
Parlindungan Tambunan












