Di Puskesmas Batu VI, dokter yang menangani gangguan jiwa langsung memberikan obat penenang kepada ODGJ tersebut untuk menstabilkan kondisinya. Tidak hanya itu, dokter juga memberikan saran medis yang tegas kepada keluarga — ODGJ harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Keluarga pun langsung mengikuti anjuran dokter dan membawa ODGJ ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
Kapolsek Bangun AKP Hengky B. Siahaan, S.H., M.H., menegaskan bahwa penanganan kasus ODGJ seperti ini adalah bagian dari tugas kemanusiaan yang tidak bisa diabaikan oleh personel Polri, khususnya Bhabinkamtibmas yang berinteraksi langsung dengan masyarakat setiap harinya.
“Bhabinkamtibmas bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban. Mereka adalah perpanjangan tangan Polri yang paling dekat dengan masyarakat — termasuk dalam situasi seperti ini, di mana kepedulian dan kecepatan bertindak sangat menentukan,” ungkap AKP Hengky B. Siahaan.
AKP Verry Purba menambahkan bahwa kegiatan pengamanan dan penanganan ODGJ ini mencerminkan semangat Polri yang humanis — hadir bukan hanya saat ada kejahatan, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan uluran tangan dalam situasi apapun, termasuk situasi yang menyangkut kesehatan dan keselamatan jiwa sesama warga.
Satu ODGJ berhasil mendapat pertolongan hari ini. Dan di balik itu, ada seorang Bhabinkamtibmas yang membuktikan bahwa tugas melayani masyarakat tidak pernah mengenal batas.
Laporan anton garingging












