Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Berita

Bantuan Tanpa Henti: Pesawat Udara, Kapal Perang, hingga Pasukan Jalan Kaki Menembus Daerah Terisolir

×

Bantuan Tanpa Henti: Pesawat Udara, Kapal Perang, hingga Pasukan Jalan Kaki Menembus Daerah Terisolir

Sebarkan artikel ini

(Puspen TNI) – Dewanusantaranews.com – Wakil Kepala Pusat Penerangan TNI Brigjen TNI Osmar Silalahi, didampingi Sekretaris Dispenad Kolonel Inf Heri Bambang Wahyudi, Kasubdispenum Dispenal Kolonel Laut (P) Bambang Budi Raharjo, dan Kasubdispenum Dispenau Kolonel Pnb Didik Setiya Nugroho, menyampaikan perkembangan terbaru pelibatan TNI dalam operasi penanggulangan bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Keterangan pers disampaikan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (9/12/2025).

Hingga hari ini, TNI telah mengerahkan 33.808 personel dari seluruh matra, baik yang berada di jajaran komando kewilayahan maupun satuan-satuan pusat di Mabes TNI, Mabes Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Seluruh prajurit difokuskan untuk mempercepat penanganan darurat di berbagai titik terdampak.

Baca Juga  Kapal Api Indonesia Open 2024 Final Sesama China Tercipta di Ganda Campuran

Dalam keterangannya, Wakapuspen TNI menegaskan bahwa distribusi bantuan dilakukan menggunakan seluruh moda transportasi yang dimiliki TNI. Pesawat angkut fixed wing dan rotary wing, KRI, ADRI, kendaraan darat, hingga prajurit yang bergerak dengan berjalan kaki dikerahkan untuk memastikan bantuan tiba di lokasi yang terisolir. “Apabila situasi taktis dan teknis mengharuskan pasukan berjalan kaki untuk menembus wilayah sulit, maka itu yang kita lakukan,” tegasnya.

Untuk dukungan logistik, TNI telah mendirikan 40 dapur lapangan yang tersebar di tiga provinsi. Operasionalnya dikelola Bekangdam dan Denbekang setempat untuk menjamin ketersediaan makanan siap saji bagi pengungsi maupun warga yang bertahan di rumah.

Wakapuspen TNI juga menyampaikan bahwa hingga hari ini TNI telah membangun tujuh jembatan darurat di wilayah terdampak. “Delapan jembatan sudah berhasil didirikan di tiga provinsi. Untuk kebutuhan lainnya, sejak 5 Desember peralatan jembatan bailey juga telah diberangkatkan dari Tanjung Priok,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *