“Kami bukan meminta atau mengemis, tapi kami mengajak dan mengedukasi kepada seluruh masyarakat termasuk dunia usaha. InsyaAllah inilah nantinya yang bisa menjadi saksi kita di akhirat ditengah banyaknya dosa kita di dunia, Insyallah berkah,“ kata dia.
Sementara itu, Wakil Bupati Siak yang juga Ketua BWI Kabupaten Siak, Syamsurizal, mengatakan rumah singgah akan dibangun di atas lahan milik Baznas dan dikelola untuk melayani pasien serta keluarga pasien yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama menjalani pengobatan.
Rumah singgah tersebut dirancang memiliki sekitar 10 kamar dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp1,2 miliar. Saat ini dana wakaf yang telah terkumpul mencapai lebih dari Rp100 juta, termasuk dukungan dari sejumlah perusahaan di Kabupaten Siak. Dengan dukungan berbagai pihak, pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar satu tahun.
“Rumah singgah ini akad kita pada tahun ini, ini perdana dan nantinya gratis untuk pasien dan keluarga pasien yang betul-betul membutuhkan. Kita ingin masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit tidak lagi terbebani biaya tempat tinggal selama mendampingi anggota keluarganya berobat,” kata Syamsurizal.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penandatanganan komitmen bersama penguatan gerakan wakaf, penyerahan sertifikat tanah wakaf, penyerahan santunan kepada 10 anak yatim, serta ajakan kepada berbagai pihak untuk mendukung pengembangan wakaf produktif di Kabupaten Siak.
Parlindungan Tambunan












