Menurut Marjo, salah satu persoalan yang banyak disampaikan pedagang adalah terkait harga komoditas. Karena itu, diperlukan koordinasi dan gotong royong antar-pihak agar persoalan yang dihadapi pedagang dapat dicarikan solusi.
“Program Presiden Prabowo kita dukung. Banyak yang disampaikan pedagang, terutama terkait harga. Gotong royong sudah kita lakukan. Di beberapa pasar juga sudah kami fasilitasi internet,” ujar Marjo.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Wabup Simalungun sekaligus Ketua Satgas MBG Kabupaten Simalungun, Benny Gusman Sinaga, menyambut baik keinginan APPSI untuk berkolaborasi dalam mendukung pelaksanaan Program MBG.
Wabup menegaskan bahwa kesiapan dan pendataan rantai pasok bahan baku menjadi hal yang sangat penting untuk memastikan pelaksanaan Program MBG berjalan dengan baik.
Menurut Wabup Simalungun, keterlibatan pasar-pasar tradisional dan pedagang lokal sangat penting dalam memenuhi kebutuhan bahan baku dapur MBG. Untuk itu, perlu dilakukan pendataan yang jelas mengenai komoditas, jumlah kebutuhan, serta kemampuan masing-masing pasar dalam menyediakan bahan pangan.
“Harus terdata. Kalau perlu saya butuh orang di tiap pasar,” tegas Wakil Bupati seraya menilai koordinasi antara Satgas MBG, APPSI dan perangkat daerah terkait perlu diperkuat.
Wabup menyebut Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Simalungun harus dilibatkan dalam pembahasan lanjutan mengenai penguatan pasar dan rantai pasok bahan pangan untuk kebutuhan MBG.
“Pertemuan ini seharusnya ada Disperindag,” kata Benny.
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar berbagai masukan dari APPSI dapat ditindaklanjuti secara konkret dan mendapat dukungan kebijakan dari Pemerintah Kabupaten Simalungun.
Wakil Bupati juga mendorong agar jaringan pasar yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung ketersediaan bahan baku MBG, sekaligus membuka peluang bagi pedagang lokal untuk menjadi bagian dari rantai pasok program tersebut.
Selain melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Simalungun dan Satgas MBG, APPSI Kabupaten Simalungun juga menyampaikan rencana melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan Bulog.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara APPSI dan Satgas MBG Simalungun. Dengan komunikasi yang semakin baik, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya berjalan sesuai tujuan, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya pedagang pasar dan pelaku usaha lokal.
Pemerintah Kabupaten Simalungun bersama Satgas MBG akan terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar kebutuhan bahan baku dapat tersedia dengan baik, terdata dan melibatkan potensi ekonomi lokal yang ada di Kabupaten Simalungun.
Laporan AG












