Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Berita

Jacob Ereste : Teror Surat Yang Terkirim Bersama Bingkisan & THR Menjelang Lebaran

×

Jacob Ereste : Teror Surat Yang Terkirim Bersama Bingkisan & THR Menjelang Lebaran

Sebarkan artikel ini

Dewanusantaranews.com – Kalau sungguh bangsa Indonesia sudah capek mencegah dan memberantas korupsi di Indonesia yang dilakukan oleh orang Indonesia juga — selebihnya bangsa asing — mungkin saatnya sekarang bisa dihentikan agar kita dapat lebih percaya bahwa mereka yang telah membuat rakyat Indonesia menjadi susah dan sulit mewujudkan cita-cita luhur dari kemerdekaan bangsa hingga membentuk negara kesatuan Republik Indonesia — bukan kerajaan — mungkin sudah saatnya semua kritik, saran, pendapat serta usulan hingga protes dan aksi unjuk rasa dihentikan saja. Sebab semua itu tidak pernah dapat membuat kesadaran para pejabat negara untuk memanfaatkan kesempatannya mengemban harta kekayaan negara yang didulang dari keringat rakyat.

Baca Juga  Satgas Yonif 641/Bru Laksanakan Bhakti Sosial Dengan Bagikan Sembako di Kampung Polimo

Karena para pengentit duit rakyat adalah pengkhianat bangsa dan negara. Mereka seperti lintah penghisap darah yang menguras semua isi perut bumi dan kekayaan alam tanpa perduli terhadap kerusakan yang diakibatkannya. Karena itu, agar semua perilaku buruk mereka itu tidak sampai mengurangi keyakinan kita bahwa karma dan laknat Tuhan kelak akan mereka terima juga. Karma akan mendera mereka sampai anak, cucu, menantu dan istinya atau suaminya sendiri juga akan dilaknat oleh bumi.

Mungkin saja laknat dan karma yang mereka terima itu kelak tidak sampai membuat mereka jatuh miskin, tetapi tubuh mereka akan dihinggapi oleh banyak penyakit, bisa saja terus berprilaku mewah, tetapi semua itu tidak menjadi berkah bagi dirinya sendiri maupun untuk semua anggota keluarga mereka pasti akan saling bergilir didera masalah.

Baca Juga  Plh Wakapolres Tebing Tinggi Pimpin Patroli Blue Light Cegah Kejahatan Jalanan

Begitulah kutukan bumi yang mewakili rakyat tidak berdaya setelah melakukan perlawanan habis-habisan hingga seperti tidak lagi memiliki apa-apa, kecuali sekumpulan do’a semata. Tentu saja Tuhan pun pasti mendengar jerit pilu dari derita rakyat yang tertindas kalah, sebab bagi rakyat tiada ada boleh bersikap menyerah meski pada akhirnya kalah.

Sebagai rakyat yang telah habis kekuatan untuk melakukan perlawanan terhadap kezaliman yang dilakukan rezim penguasa, tiada pilihan bagi keimanan yang teguh untuk membiarkan saja semua terjadi sebagai keyakinan bahwa semua adalah bagian dari kehendak Tuhan dan semuanya harus kembali kepada Tuhan.

Kalaupun kelak mereka akan terkutuk dan menerima semua azab yang sepatutnya mereka terima atat pembalasan terhadap semua perbuatan mereka di dunia ini, semoga tidak menambah kerusakan yang ada dan harus menjadi bagian dari beban hidup kita. Sebab beban hidup kita sudah sejak lama menerima beban akibat oleh ulah culas mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *