Di dalam surat foto kopi dan keterangan yang di terima Pers, APDESU Indonesia akan melakukan aksi unjuk rasa terkait beban biaya pelatihan dengan nilai yang fantastis, kemudian untuk pengurusan akta notaris koperasi desa merah putih hingga belanja honor narasumber yang mencapai ratusan juta rupiah.
“Tentunya ini harus menjadi perharian serius dari kami, Jangan sampai Bimtek Diskop UKM ini bernasib seperti Kasus Bimtek Dinas Pendidikan Batubara Tahun 2024. Dan kami terus mencari bukti – bukti terhadap dugaan kami”. Jelas Abdillah saat memberi keterangan kepada pers di lima puluh setelah memberi surat pemberitahuan aksi unras.
(Tim)












