Bupati Cup yang diselenggarakan menjadi salah satu jembatan mempersatukan masyarakat Samosir dan juga ajang menyalurkan bakat, saling mentransfer ilmu satu sama lain. Kalah menang itu hal biasa, yang penting sportifitas dan semangat persaudaraan tetap dijaga, tambahnya.
Sementara itu Ketua DPRD Samosir Nasip Simbolon mengapresiasi Pemkab. Samosir atas penyelenggaraan even tersebut. Langkah ini menurutnya menjadi ajang yang mempersatukan dan menggambarkan kebersamaan. Ia berharap even ini tetap dilakukan.
Tak hanya sepak bola, juga termasuk olahraga lainnya harus dibangkitkan untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Keterikatan dengan adat istiadat Dalihan Natolu menurutnya menjadi pengerat diantara pemain dan suporter sehingga penyelenggaraan bisa kondusif. Berbagai even olahraga yang diselenggarakan Pemda menjadi pendukung agar ekonomi bergerak, mendatangkan orang. Bagaimana agar Samosir bisa dan sejahtera itu tujuannya, maka kita menggelorakan olahraga, tutur Nasip
Ketua Panitia Obin Naibaho menjelaskan turnamen yang dimulai sejak 24 Juni itu diikuti 29 tim dengan total 201 gol tercipta sepanjang kompetisi. Terima kasih kepada Pemkab, DPRD, dan para sponsor. Melalui Bupati Cup, kita berharap lahir bibit-bibit muda yang mengharumkan nama Samosir, ujarnya.
Ia juga berharap ke depan Pemkab Samosir bisa memfasilitasi pelatihan pelatih dan wasit berlisensi agar pelaksanaan turnamen semakin profesional. Obin menambahkan, diskualifikasi terhadap Remi FC resmi dicabut sebagai upaya membangkitkan semangat pesepakbola di Samosir.
Berikut nama Juara Bupati Cup III tahun 2025, Juara 1 Antap FC, mendapatkan uang pembinaan 50 juta rupiah, medali, trophy tetap, piala bergilir, Juara 2 Triple X, uang 30 juta rupiah, medali, tropi tetap, Juara 3 Pardomuan FC
Marlen.simbolon












