SIAK – Dewanusantaranews.com – Ketua TP PKK Kabupaten Siak, Siti Sarifah, menyampaikan keterbatasan anggaran pemerintah daerah tidak boleh membuat program pemberdayaan masyarakat terhenti.
Ia minta kader PKK di kecamatan, kelurahan, dan kampung mencari sumber daya alternatif melalui inovasi dan kolaborasi, salah satunya dengan menggandeng Badan Usaha Milik Kampung (Bumkam).
Pesan itu disampaikan Siti Sarifah saat membuka Monitoring dan Evaluasi (Monev) TP PKK Kecamatan, Kelurahan, dan Kampung se-Kabupaten Siak di Kecamatan Sungai Apit dan Kecamatan Pusako, Rabu (12/8/2026).
Menurut Siti, keterbatasan anggaran memang memengaruhi pelaksanaan sejumlah program PKK. Namun, kondisi tersebut tidak seharusnya menjadi alasan bagi kader untuk berhenti menjalankan kegiatan yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
“Meski tak ada anggaran, cobalah membuat inovasi melalui kolaborasi, misalnya dengan Bumkam,” kata Siti Sarifah.
Siti menilai Bumkam memiliki potensi untuk menjadi mitra dalam menjalankan program pemberdayaan. Kolaborasi itu, kata dia, tidak hanya menjaga keberlanjutan kegiatan PKK, tetapi juga dapat melahirkan aktivitas produktif yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat kampung.
Karena itu, kader PKK diminta tidak hanya bergantung pada dukungan anggaran pemerintah. Mereka didorong memetakan potensi di wilayah masing-masing dan mengembangkannya melalui gotong royong serta kerja sama dengan berbagai pihak.












