Pontianak, Kalimantan Barat – 17 Juli 2025 – Dewanusantaranews.com – Aliansi Gabungan Organisasi Kepemudaan (OKP), Mahasiswa, Tokoh Masyarakat, dan Organisasi Dayak se-Kalimantan Barat yang tergabung dalam Aliansi Dayak Bersatu Setanah Borneo secara tegas menyatakan penolakan terhadap rencana program transmigrasi ke wilayah Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat.
Pernyataan sikap tersebut disampaikan dalam pertemuan konsolidasi akbar yang digelar di Rumah Betang Sutoyo, Kota Pontianak, pada Kamis, 17 Juli 2025. Dalam konferensi pers yang digelar usai pertemuan, Koordinator Aliansi, Hendro Ronianus, membacakan empat poin sikap resmi sebagai berikut:
1. Menolak program transmigrasi yang mendatangkan warga dari luar Kalimantan ke Kalimantan Barat, karena dinilai mengancam keseimbangan sosial, kultural, dan ekologis masyarakat lokal.
2. Menuntut keadilan kebijakan dari pemerintah pusat dalam pembangunan wilayah Kalimantan Barat, yang selama ini dianggap timpang dan terpinggirkan.
3. Mendesak penyelesaian persoalan mendasar di Kalimantan Barat, seperti ketertinggalan infrastruktur, akses pendidikan, layanan kesehatan, ketersediaan listrik, serta tingginya angka kemiskinan.
4. Merekomendasikan program relokasi lokal (translokal) yang berpihak pada masyarakat Kalimantan sendiri, bila ada kebutuhan redistribusi penduduk.












