“Santunan ini diberikan agar ahli waris dapat melanjutkan kehidupannya. Selain itu, anak almarhum juga mendapatkan beasiswa hingga jenjang perguruan tinggi, sehingga kami berharap anak almarhum dapat terus melanjutkan pendidikannya tanpa rasa khawatir mengenai biaya,” ujar Agus Sitinjak.
Acara ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan, terutama bagi para pelayan gereja. Dengan adanya perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan, diharapkan para pekerja, termasuk pendeta, dapat menjalankan tugasnya dengan lebih tenang dan aman.
Pada kesempatan berbeda, Inggrid Maya Sari selaku Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Pematangsiantar juga turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang dtinggalkan dan berharap santunan yang diberikan dapat meringankan kebutuhan keluarga yang ditinggalkan.
Tapanuli Utara merupakan wilayah kerja BPJS Ketenagakerjaan Pematangsiantar yang meliputi beberapa kabupaten/kota yakni Kota Pematangsiantar, Kab. Simalungun, Toba, Samosir, Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan.
“Penyerahan simbolis ini menegaskan komitmen bersama BPJS Ketenagakerjaan dan HKBP dalam memperhatikan kesejahteraan para pelayannya serta pentingnya peran kita bersama dalam memberikan jaminan kepada pekerja di berbagai sektor, termasuk keagamaan,” terang Inggrid. (Rts)












