Sorotan acara makin hidup ketika artis Melayu nasional Iyeth Bustami, yang juga anggota DPD RI dari Riau I, tampil di panggung. Suaranya menggema, mengalun bersama angin sore.
“Saya salut, ini saya juga terkejut biasanya saya kalau berjalan dengan Bupati biasa nama saya yang dipanggil, tapi kali ini saya kalah pamor sama bu Afni,” canda Iyeth dengan logat Melayunya yang kental disambut tawa hangat warga.
“Saya baru sampai meneteskan air mata tadi. Saya lihat, bu Afni sangat dicintai rakyatnya, saya bangga,” tambahnya
Sejak awal memasuki kawasan acara, Iyeth juga menceritakan dirinya disambut berderet kesenian lokal, Tari Nias, Tari Minang, kesenian Reog, Jawa serta atraksi Barongsai. Semua tampil sebagai simbol kebhinekaan yang hidup di bumi Istana Siak.
Menjelang magrib, acara dilanjutkan dengan penanaman pohon oleh para pejabat dan tokoh masyarakat. Ribuan bibit juga dibagikan kepada warga yang merupakan souvenir pelantikan.
Sebagai tanda bahwa tonggak kepemimpinan baru ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tapi juga pelestarian, lingkungan, dan harapan yang tumbuh bersama rakyat.
Salah seorang warga Kwalian, Kelurahan Kampung Rempak, Nurlaini (44) tampak antusias dalam acara pesta hiburan rakyat itu. Ia terkejut saat dikasi bibit pohon.
Acaranya seru sekali, dan saya senang disini juga dapat bibit pohon nangka, ini bisa saya tanam di rumah. Harapan saya, semoga Bu Afni dan Pak Syamsurizal amanah membawa Siak lebih maju dan rakyat makin sejahtera,” ringkasnya.
Parlindungan Tambunan












