P. Siantar – Dewanusantaranews.com – Issue yang menerpa dunia pendidikan semakin hangat,elemen masyarakat mengutuk keras dunia pendidikan khususnya di kota Siantar di tingkat sekolah menengah atas (SMA)
Sesuai amatan media
Tercium aroma busuk praktik fiktif disekolah ini secara sistematis sehingga menimbulkan tanda tanya besar dan kecurigaan berbagai elemen masyarakat.
Pihak media mencoba mencari informasi sesuai desakan masyarakat ,sudah dua tahun bergulir praktik kecurangan penyelewengan dana BOS dalih memasukkan tenaga pengajar hononer tetapi tenaga honor tersebut tidak ada dan telah lama keluar dari sekolah SMA 1 P.Siantar jalan parsoburan Kel Sukamakmur kota pematang Siantar sumut ada dugaan pihak sekolah tetap memasukkan dalam pembiayaan dana BOS.
Amatan media kamis (18/12/2025) pukul 1.00 WIB tenaga pengajar yang berstatus tenaga guru honor di sekolah SMA 1 P.Siantar Sumut ini adalah rekayasa (bodong) , Maria Sihombing selaku bendahara BOS diduga melakukan praktik pemalsuan data dengan menyertakan tenaga pengajar masuk dalam daftar dana BOS,praktik fiktif
ini menuai sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat
Hasil yang diperoleh sesuai investigasi sudah berlangsung dua tahun gaji tenaga honor pembiayaan dari anggaran dana BOS berlangsung mulus padahal sesuai penelitian pihak media tenaga pengajar yang dibiayai dari anggaran dana BOS ini sudah lama mengundurkan diri dan tidak masuk dipeserta tenaga guru disekolah ini.
” Sudah dua tahun tidak mengajar tapi tetap saja dimasukkan gajinya dari anggaran dana BOS” ungkap M kepada media mengatakan namanya jangan dipublikasi ke publik.
Kacabdis (Kepala cabang wilayah dinas ) wilayah V1 Agust Sinaga saat dihubungi Kamis sekitar pukul 1.15.WIB belum memberikan klarifikasi resmi terkait tenaga pengajar yang sudah tidak terdaftar lagi disekolah SMA 1.P.Siantar.












