Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Berita

Jacob Ereste : Deklarasi & Aksi GRAO Menandai Perlawanan Untuk Kedaulatan Rakyat

×

Jacob Ereste : Deklarasi & Aksi GRAO Menandai Perlawanan Untuk Kedaulatan Rakyat

Sebarkan artikel ini

Dewanusantaranews.com – Acara deklarasi GRAO (Gerakan Rakyat Anti Oligarki) dan aksi di Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Tangerang, Banten, 8 Januari 2025 urung karena digadang massa aksi tandingan, sehingga acara terpaksa dilakukan di Desa Kramat Sukawali, Tangerang, Banten, karena tidak diperbolehkan masuk Desa Kohod, Pakuaji, seperti yang direncanakan semula. Lagian, waktu iring-iringan aksi pun yang dibamperin oleh kendaraan komando yang dilengkapi pengeras suara, terlambat dari waktu yang telah direncanakan, yaitu pukul 08.00 pagi hingga selesai. Iringan massa aksi GRAO yang mulur datang ke lokasi pun terpaksa balik arah, menjauhi pintu gerbang Desa Kohod yang sudah dijaga oleh kerumunan aksi tandingan.

Jecky Sopyan menyayangkan sikap massa aksi yang terkesan melemah itu. Sebab menurut konsepsi Tan Malaka, tokoh pergerakan semasa pra kemerdekaan, aksi memang harus dilakukan dengan keras sebagai wujud pendobrakan. Kalau tidak, menurut pengacara muda yang mulai naik daun ini, aksi yang dilakukan tidak akan menghasilkan apa-apa. Apalagi, imbuh pengacara yang juga aktivis pergerakan ini, aksi yang dilakukan tidak dilakukan secara simultan, tandasnya.

Baca Juga  Ketum MKA LAMR Siak Wafat, Bupati Afni Sampaikan Duka Mendalam

Karena itu, program PIK-2 (Pantai Indah Kapuk) ini sebagai kelanjutan dari PIK-1, disebabkan tidak seriusnya upaya pencegahan, seperti orang tamal yang diberi hati lantas minta rempelo, kata Jecky Sopyan sambil berkelakar di warung kopi sambil menahan lapar, karena panitia tidak menyediakan makan siang.

Tampak hadir sejumlah tokoh pergerakan, seperti Suripto, mantan Menteri Kehutanan, Marwan Batubara dan Sunarty aktivis buruh yang juga mewakili organisasi perkumpulan kaum perempuan, memberi orasi berapi-api meminta warga masyarakat Banten harus kompak mempertahankan tanah leluhur yang akan dikuasai oleh bangsa asing.

Sedangkan Marwan Batubara langsung mengeluarkan rilis resminya yang mewakili GRAO berjudul Deklarasi Perlawanan Rebut Kedaulatan Rakyat Dari Oligarki”, dengan inti pokok stop PSN PIK-2, tangkap dan adili Jokowi, Aguan serta Anthony Salim, katanya dalam rilis itu yang juga disebar melalui media sosial, seusai acara resmi dianggap selesai.

Baca Juga  Satgas Yonarhanud 15/DBY Laksanakan Gadik Di SMPN Satap Nunpo

Aksi perlawanan rakyat oleh GRAO yang jadi terpusat di Desa Kramat Sukawali, Tangerang, Banten ini memang sangat dekat dengan pantai (rawa) yang sudah tertimbun tanah merah. Tampak di kejauhan sana ratusan dam truk pengangkut tanah merah yang konon diambil dari daerah Tangerang Selatan. Salah seorang warga setempat, Suryana mengungkapkan sejatinya warga masyarakat setempat mau menolak proyek PSN PIK-2 ini, karena sungguh merugikan rakyat petani, nelayan bahkan lahan usaha mereka yang sudah mulai berkembang. Tapi masyarakat takut karena selalu diintimidasi, bahkan diancam akan semakin dipersulit kehidupannya bila menolak, apalagi kalau sampai ikut aksi yang masih akan terus dilakukan entah sampai kapan pihak pengembang itu akan menyerah, katanya berkisah lirih, seakan enggan untuk didengar oleh orang lain yang menjadi kaki tangan pihak pengembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *