Scroll untuk baca artikel
Deskripsi Gambar Deskripsi Gambar
Berita

Jacob Ereste Menyadari dan Memahami Nikmat Sehat Sebagai Berkah Yang Patut Untuk Disyukuri

×

Jacob Ereste Menyadari dan Memahami Nikmat Sehat Sebagai Berkah Yang Patut Untuk Disyukuri

Sebarkan artikel ini

Dewanusantaranews.com – Nikmat Tuhan itu bisa dalam beragam bentuk, mulai dari makan yang enak, ko meski makanan itu sendiri sebetulnya biasa-biasa saja, sampai tidur yang enak, walau tempatnya bukan di hotel yang mewah. Sebab banyak makanan yang dinggap paling enak, tapi tidak bisa dimakan, karena memang tidak bisa dimakan, tapi ada juga yang tidak boleh dimakan. Cerita tentang makan enak ini, pun sempat menjadi perenungan yang mendalan, sehingga menemukan nilai-nilai spiritualnya yang dalam dan menyentuh hati, tentang cinta kasih Tuhan yang sangat penyayang dalam sifat kebesaran dan Kemaha-kuasaan-Nya.yang tiada terhingga.

Bagi siapa saja yang tidak bisa memakan satu jenis makanan tertentu misalnya — seperti dendeng daging Menjangan yang paling lezat itu, karena sudah tidak lagi melumatnya dengan sempurna. Tapi bagi mereka yang tidak boleh — akibat akan mengganggu jesehatannya — seperti kolesterol, memang sungguh malang. Jadi hakekat antara bisa dan tidak boleh dapat dipahami umumnya oleh mereka yang telah berumur, lantaran harus menjaga diri agar tubuh tidak terganggu kenyamanan dan kesehatannya.

Baca Juga  Polres Pematangsiantar Laksanakan Patroli Hingga Subuh, Tiga Sepedamotor Knalpot Brong Diamankan

Bagi mereka yang bisa — tapi tidak boleh memakan sejumlah jenis makanan misalnya — karena bisa sangat membahayakan tubuh dan kesehatan — seperti makan makanan yang berkolesterol tinggi, karbohidrat berat serta gula dan sebagainya akibat diabetes, darah tinggi dan penyakit lainnya akibat tidak berfungsi organ yang terkait dengan proses pencernaan.

Itulah sebabnya banyak orang sepakat mengatakan bahwa sehat dan kesehatan itu erat terkait dengan anugrah Tuhan, seperti mereka yang selalu bersyukur dan memohon do’a agar dapat diberi umur yang panjang. Sebab kematian itu berada di luar kemampuan manusia untuk memperpanjang usia dari diri sendiri. Maka dalam konteks, kekuasaan Tuhan yang tidak terhingga itu tidak sedikitpun dapat disangsikan. Artinya, muatan nilai spiritualitas dalam diri kita — sebagai manusia — sungguh tidak terkira banyak dan sumber aspirasi yang mampu mendekatkan diri lebih dekat dengan Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *