Siak – Dewanusantaranews.com – Ancaman fenomena Super El Nino yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kabupaten Siak memperkuat langkah pencegahan melalui patroli terpadu, deteksi dini titik panas (hotspot), serta peningkatan kesiapsiagaan di 11 kecamatan rawan.
Wakil Bupati Siak Syamsurizal menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kerja sama lintas sektor karena potensi kebakaran dapat terjadi di berbagai kawasan, mulai dari hutan, perkebunan, hingga lahan masyarakat.
Ia menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi yang solid antar pihak agar upaya pencegahan dan penanganan dapat berjalan lebih efektif dan maksimal di lapangan.
“Karhutla tidak mengenal batasan, dan tidak bisa dilakukan secara parsial. Yang diperlukan kerja sama, koordinasi, dan komunikasi yang baik,” ujarnya saat Apel Gelar Pasukan Siaga Karhutla di Halaman Kantor Bupati Siak, Kompleks Perkantoran Tanjung Agung, Selasa (30/6/2026).
Wabup juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara di bakar, terutama di tengah meningkatnya suhu panas akibat musim kemarau atau Super El Nino.
“Kami minta masyarakat musim kering seperti ini, tidak membersihkan lahan dengan cara di bakar. Kewaspadaan bersama sangat penting agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini dan tidak meluas. Untuk petugas Karhutla pastikan alat dan personel standbye bila terjadi kebakaran,” tegasnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Siak Novendra Kasmara mengatakan, fokus utama saat ini adalah penguatan pencegahan melalui patroli di wilayah rawan Karhutla serta optimalisasi sistem deteksi dini berbasis pemantauan titik panas, disertai kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana di lapangan.
Ia menegaskan, BPBD juga memperkuat patroli bersama perusahaan dan stakeholder serta melakukan verifikasi langsung ke lapangan sebagai langkah pencegahan agar kebakaran tidak meluas.












