Mantan Asisten Operasi Kapolri itu menyebut pengendalian hoaks selama pemilu ini juga menjadi penting. Hoaks yang semakin banyak akan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Bagaimana hoaks di dunia maya kita kendalikan, banyak perilaku-perilaku kita yang over kreatif kemudian menimbulkan kegelisahan tentang pemilu ini,” jelasnya.
Agung menyebut pihaknya juga telah menyiapkan pojok pemilu yang berfungsi sebagai wadah diskusi dan mendapatkan informasi dari masyarakat.
“Kami punya pojok pemilu, tempatnya bukan di kantor KPU atau di kantor polisi, tapi di warung-warung kopi yang ada di Medan dan wilayah lainnya untuk kita duduk mendiskusikan banyak hal, bukan dalam konteks formal, tapi informal dalam mencari solusi yang terbaik,” sebutnya.
Agung juga menyinggung soal kabar adanya investor yang menunda investasi di Sumut karena takut adanya gangguan keamanan jelang pemilu. Agung memastikan gangguan keamanan itu tidak ada. Untuk itu, dia meminta investor untuk tidak takut berinvestasi.
“Sejatinya Kami ingin pastikan pemilu damai jangan ada keraguan tentang investasi, kita akan pastikan keamanan itu menjadi jaminan Polisi,” pungkasnya.












