“Saya menyampaikan, sifat dari kita netralitas. Kemudian kita harus menghindari provokasi dan ujaran kebencian menghadapi pemilihan Gubernur Sumatera Utara ini,” tegasnya.
Dijumpai usai seminar, kepada Wartawan Irhamuddin mengatakan kegiatan yang mereka lakukan tersebut untuk mengajak BKM agar memberikan statement-statement yang menyejukkan di Masjid agar tercipta kesatuan dan persatuan ditengah masyarakat tanpa perpecahan jelang pelaksanaan Pilkada serentak 2024.
Selain itu, Irhamuddin memberikan himbauan kepada seluruh kader DMI Sumut untuk tidak menyebarluaskan berita hoax kepada masyarakat.
“Kepada BKM seluruhnya, saya himbau jangan menyebarkan provokasi dan jangan menyebarkan hoax kepada orang lain,” kata Irhamuddin dengan tegas.
Bukan hanya itu saja, Irhamuddin juga menghimbau dan mengajak seluruh masyarakat agar tidak golput pada pemilihan Gubernur Sumut nantinya.
“Kepada masyarakat mari kita ramai-ramai datang ke TPS mencoblos dengan baik dan dengan cerdas, tidak melakukan hal-hal yang tidak baik tapi lakukanlah hal-hal kondusivitas yang baik agar pemilihan Gubernur Sumatera Utara ini berjalan dengan lancar dan baik,” tandasnya.
Sedangkan, Prof. Mesiono kepada wartawan, memuji dan mengapresiasi Seminar Kebangsaan yang dilakukan oleh PW DMI Sumut. Sebab, menurutnya kegiatan tersebut sangat bermanfaat untuk tahapan pelaksanaan Pilkada serentak 2024.
“Kegiatan ini sangat bersejarah dan sangat bermakna karena dapat memberikan pendidikan kepada masyarakat bagaimana cara kita untuk menetapkan pemimpin di masa depan,” kata Prof. Mesiono dengan memuji.
Pantau wartawan ini, Seminar Kebangsaan itu diawali dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan diakhiri dengan pemberian cinderamata berupa sertifikat penghargaan kepada pemateri.












