Kami sangat berharap agar program SANIMAS segera dijalankan di Suhaid. Warga membutuhkan air bersih dan sanitasi yang baik. Program ini akan menjaga sungai tetap lestari,” kata perwakilan perempuan Suhaid.
Warga menyatakan siap mendukung pelaksanaan SANIMAS melalui gotong royong, penyediaan lahan, serta perawatan fasilitas secara mandiri.
Dengan program ini, kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih dapat terpenuhi tanpa mengganggu ekosistem sungai.
Wilayah bantaran Sungai Suhaid cukup padat penduduk, dan limbah rumah tangga perlu perhatian serius dari pemerintah kabupaten maupun provinsi,” ungkap salah satu anggota tim investigasi lapangan.
Masyarakat Suhaid mengimbau media massa untuk berhati-hati dalam mempublikasikan berita lingkungan dan sosial pedesaan.
Setiap informasi, kata warga, harus berdasarkan data faktual dan konfirmasi langsung ke masyarakat, bukan sekadar asumsi atau pernyataan sepihak.
Kami tidak menolak media menulis, tapi kami minta keadilan informasi. Wartawan sebaiknya datang langsung, lihat kondisi sungai, bicara dengan warga. Jangan hanya menulis berdasarkan dugaan,” tegas tokoh adat Suhaid.
Warga berharap media dapat menjadi mitra pembangunan, bukan penyebar keresahan publik melalui berita yang belum terverifikasi.
Masyarakat Sungai Suhaid menutup pernyataan resmi ini dengan komitmen bersama menjaga kelestarian alam dan sungai sebagai sumber kehidupan.
Bagi warga, menjaga sungai berarti menjaga masa depan generasi penerus.
Sungai adalah kehidupan kami. Kami ingin sungai tetap bersih, ikan tetap hidup, dan masyarakat bekerja dengan damai. Kami berharap pemerintah hadir bersama kami, bukan menilai dari jauh,” tutup perwakilan masyarakat Suhaid.
Masyarakat yakin, kerja sama antara warga dan pemerintah akan melahirkan solusi nyata tanpa menyalahkan, tanpa menuding, melainkan membangun kesejahteraan bersama.
Sumber : Warga Dan Tokoh Dat suhaid












