“Kami datang ke sini untuk memberikan konseling pasca-trauma kepada warga, terutama anak-anak, agar mereka bisa meredakan kecemasan dan ketakutan yang mereka alami,” ujar Woro dilokasi, Kamis, 17/10/2024.
Selain terapi bermain untuk anak-anak, pihaknya juga menyediakan kendaraan hypnothrrapi bagi orang tua yang terdampak
Hypnotherapi ini bertujuan untuk membantu mereka melepaskan emosi negatif yang mungkin masih terpendam, agar bisa kembali merasa tenang dan nyaman.
“Hipnoterapi ini kami lakukan untuk membantu para ibu agar bisa lebih tenang dan memulihkan kondisi psikologis akibat trauma dari kejadian kebakaran,” tambah Woro.
Woro juga menyampaikan bahwa trauma akibat kebakaran bisa berdampak cukup lama, terutama bagi anak-anak yang kehilangan sahabat atau anggota keluarga dalam peristiwa tersebut.
“Ada anak-anak yang terus teringat kejadian tersebut, bahkan merasa takut berada di tempat-tempat tertentu yang mengingatkannya pada saat kebakaran terjadi,” kata Woro.
Di samping kegiatan bermain dan terapi, anak-anak dan warga juga diajarkan teknik pernapasan lima jari atau pernafasan diafragma yaitu sebuah latihan sederhana namun efektif untuk membantu meredakan kecemasan dan membuat mereka lebih merasa nyaman, baik secara fisik maupun mental.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat yang terdampak dapat pulih secara psikologis dan lambat laun melanjutkan hidup mereka dengan lebih baik.
“Kami berharap, trauma healing yang kami lakukan bisa mengembalikan keceriaan anak-anak serta ketenangan bagi para orang tua,” pungkas Woro.












