Dalam kesempatan itu, Jefri juga mengenalkan Sawahlunto sebagai kota kecil yang multikultural, terdiri dari 4 kecamatan, 27 desa, dan 10 kelurahan, dengan jumlah penduduk sekitar 68 ribu jiwa.
“Di Sawahlunto, berbagai suku, budaya, dan agama hidup berdampingan. Sejak masa kolonial, kota ini menjadi salah satu pusat penambangan batu bara pertama di Indonesia. Banyak tenaga kerja dari berbagai daerah, termasuk Pulau Jawa, datang untuk bekerja di sektor pertambangan,” jelasnya.
Pertemuan ini berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, sekaligus menguatkan komitmen kedua daerah dalam menjaga toleransi, keharmonisan sosial, dan kerukunan antarumat beragama.
Acara ditutup dengan pertukaran cenderamata antara FKUB Kota Sawahlunto dan Pemerintah Kabupaten Siak, sebagai simbol tali persaudaraan dan kerja sama yang terus terjalin.
Parlindungan Tambunan












