“Saya mengajak kepada kita semua terutama peserta dan penggiat literasi untuk terus berinovasi, jadikan perpustakaan bukan hanya tempat meminjam buku tetapi juga ruang kreatif, pusat kegiatan edukasi, inklusi sosial dan pusat peradaban” ujarnya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kabupaten Siak Salmiah Safitri menyampaikan festival literasi menjadi ruang kolaborasi antara Pemerintah Daerah lembaga adat, komunitas literasi akademisi sekolah dan masyarakat umum.
Kegiatan ini tidak hanya menumbuhkan minat baca dan kreativitas masyarakat tetapi juga memperkuat upaya pelestarian budaya lokal serta warisan intelektual serta naskah-naskah lama dan tradisi melayu siak.
“Festival Literasi diharapkan menjadi momentum menanamkan nilai-nilai literasi sejak dini, membangkitkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan serta mendorong berkembangnya masyarakat yang cerdas, inovatif dan berkarakter” pungkasnya.
Parlindungan Tambunan












