Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak yang diwakili oleh Syaifuddin menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mendorong peningkatan kapasitas guru RA.
“Kami tentu berharap materi yang diperoleh selama pelatihan ini dapat dipahami secara utuh dan diimplementasikan dalam proses pembelajaran di masing-masing lembaga,” ujarnya.
Ia juga berharap agar guru RA mampu memahami karakter dan kebutuhan anak, sekaligus menerapkan metode pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, inovatif, dan dilandasi dengan rasa cinta.
Ketua PD IGRA Kabupaten Siak menyampaikan bahwa pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari, mulai 16 hingga 17 April 2026 yang diikuti 29 lembaga RA se-Kabupaten Siak, sebanyak 103 peserta. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari luar daerah dan didukung melalui swadaya organisasi serta partisipasi para guru.
Kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan teknis, pembentukan kelompok belajar, serta penyusunan agenda pelatihan selama 2 hari ke depan, guna memastikan implementasi deep learning dan Kurikulum Berbasis Cinta dapat berjalan optimal di masing-masing satuan pendidikan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru RA mampu menghadirkan pembelajaran yang berkualitas, sehingga dapat melahirkan generasi emas yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Parlindungan Tambunan












