Selain itu, jalan penghubung Tasik Seminai-Empang Pandan juga kerap rusak setiap musim hujan. Pemerintah kampung bersama masyarakat telah melakukan perbaikan secara swadaya.
“Sudah hampir Rp30 juta kami keluarkan untuk merehab jalan itu. Tapi dalam waktu sekitar sebulan rusak lagi, Setiap musim hujan hilang lagi,” kata dia.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Siak, Ardi, mengatakan pihaknya memahami kondisi jalan yang disampaikan masyarakat. Namun saat ini prioritas difokuskan pada perawatan agar akses tetap fungsional.
“Insyaallah kalau persoalan pemeliharaan jalan bisa kami tangani pak, seperti gorong-gorong mulai pecah kami siap tangani pak, kalau gak ada base, base kurang rata kami tambah, kalau ada kondisi lobang besar kami tambal pakai base itu bisa, tinggal surati saja pak kepada Dinas PU,” ucapnya.
“Saat ini kami prioritasnya yaitu pada maintenance dulu pak, pemeliharaan fungsional bagaimana jalan bisa dilewati, tidak berdebu dan masyarakat bisa menikmati. Tapi kalau untuk pengaspalan usulan belum bisa, karena kondisi kita saat ini sedang melakukan penyesuaian,” sambungnya.
Selain itu, PUPR juga mendorong keterlibatan perusahaan sekitar dalam pemeliharaan rutin melalui skema berbagi peran, khususnya pada ruas-ruas yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Parlindungan Tambunan












