Pontianak Kalbar – Dewanusantaranews.com – Pemerintah Kota Pontianak menggelar Forum Konsultasi Publik dalam rangka penyusunan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Pontianak Tahun 2025-2029.
Forum ini bertujuan untuk merumuskan arah pembangunan kota yang sejalan dengan visi dan misi Wali Kota Edi Rusdi Kamtono dan Wakil Wali Kota Bahasan. Selain itu, forum ini juga menjadi wadah untuk menampung aspirasi masyarakat guna memastikan pembangunan yang lebih inklusif dan tepat sasaran.
Dalam sambutanya, Dr. Herman Hofi Munawar menyoroti berbagai permasalahan sosial yang dihadapi Kota Pontianak, termasuk ketidakseimbangan rasio antara jumlah guru dan siswa, yang berdampak pada efektivitas pembelajaran. Ia juga menyoroti isu tawuran yang marak terjadi, terutama selama bulan Ramadan, serta permasalahan sosial lainnya seperti prostitusi anak di bawah umur.
“Ketika rasio guru dan siswa tidak seimbang, maka dapat dipastikan bahwa guru tidak bisa bekerja secara optimal. Ini menjadi tantangan besar dalam dunia pendidikan kita,” ujarnya Dr. Herman Hofi sebagai narasumber, Rabu, 5 Maret 2025
Selain itu, Dr. Herman juga menyoroti pentingnya peran guru pembimbing konseling (BK) dalam memberikan pendampingan kepada siswa. Menurutnya, revitalisasi peran guru BK sangat diperlukan agar mereka dapat memberikan bimbingan dan konseling secara maksimal.












