Simalungun – Dewanusantaranews.com – Personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Simalungun bergerak cepat melaksanakan kegiatan pengaturan buka tutup arus lalu lintas di Jalan Lintas Saribu Dolok, tepatnya di Simpang Marjandi, menyusul terjadinya kemacetan panjang akibat sebuah mobil truk bermuatan batu bata yang mengalami kerusakan as roda belakang. Kesigapan personel ini menjadi wujud nyata semangat “Polisi Bersama Masyarakat, Melindungi, Mengayomi, dan Melayani” yang terus digaungkan Polres Simalungun.
Hal tersebut disampaikan Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba saat dikonfirmasi awak media pada hari Minggu, 4 Oktober 2026, sekira pukul 12.16 WIB. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, sejalan dengan semangat Polres Simalungun Polda Sumatera Utara yang Berintegritas dan Humanis dalam Melayani Masyarakat.
“Ini merupakan kegiatan Turjawali Satlantas dalam mengatur lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan berkepanjangan yang terjadi semalam di Panei Tongah,” ujar AKP Verry Purba.
Kasat Lantas Polres Simalungun AKP Friska Susana, S.H., dalam laporannya menjelaskan bahwa kejadian kemacetan tersebut bermula pada hari Sabtu, 3 Oktober 2026, sekira pukul 15.00 WIB, ketika sebuah mobil truk bermuatan batu bata mengalami kerusakan pada as roda belakang, tepat di lokasi Simpang Marjandi, Jalan Lintas Saribu Dolok.
“Kami melaksanakan buka tutup arus lalu lintas di lokasi kemacetan yang diakibatkan adanya mobil truk bermuatan batu bata yang mengalami patah as roda belakang,” ucap AKP Friska Susana.
Ia mengungkapkan, kerusakan pada kendaraan truk tersebut menyebabkan badan jalan menjadi tersumbat, sehingga memicu antrean panjang kendaraan dari kedua arah, mengingat lokasi kejadian merupakan jalur lintas utama yang menghubungkan Pematangsiantar dengan kawasan Saribu Dolok dan sekitarnya.
“Kerusakan pada truk tersebut menyebabkan kemacetan panjang di jalur lintas utama, sehingga kami segera menerjunkan personel untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas,” ungkap AKP Friska Susana menjelaskan dampak dari kejadian tersebut.
Menindaklanjuti situasi tersebut, Kasat Lantas segera menerjunkan enam personel Satlantas yang dipimpin oleh Kanit Patroli Ipda Andryasih Saragih, S.H., bersama Aiptu J.K. Ginting, Aiptu Warasi, Aiptu Jhon Purba, Aipda Hadi, dan Briptu Geraldo Saragih, untuk melaksanakan sistem buka tutup arus lalu lintas secara bergantian di lokasi kejadian.
“Personel yang diterjunkan langsung melaksanakan sistem buka tutup arus secara bergantian, guna mengurai kepadatan kendaraan yang terjebak macet akibat kerusakan truk tersebut,” kata AKP Friska Susana.
Ia menambahkan, sistem buka tutup arus ini dipilih sebagai langkah paling efektif mengingat lebar jalan yang terbatas, sehingga kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas secara bersamaan selagi proses evakuasi maupun perbaikan kendaraan truk masih berlangsung di lokasi.












