Lebih lanjut, beliau mengingatkan bahwa saat ini sekitar 43,8% wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan, dengan potensi fenomena La NiƱa yang dapat meningkatkan resiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung pada akhir 2025 hingga awal 2026.
“Delapan penekanan penting kepada seluruh jajaran TNI-Polri dan stakeholder terkait, diantaranya untuk melakukan deteksi dini wilayah rawan bencana, memastikan kesiapan personel dan perlengkapan, menyelenggarakan simulasi rutin, meningkatkan koordinasi lintas sektor, serta melaksanakan penanganan bencana dengan cepat, tepat, dan humanis”, ujar Kapolres.
Lanjutnya, negara harus hadir untuk melindungi rakyat dari segala bentuk ancaman, termasuk bencana alam. Tugas ini bukan hanya tanggung jawab institusi, tetapi juga wujud pengabdian tulus terhadap kemanusiaan.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto antara Kapolres Tebing Tinggi dengan seluruh peserta apel. Melalui kegiatan ini, Polres Tebing Tinggi berkomitmen untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana diwilayah hukum Polres Tebing Tinggi. (RS).












